Teknik breeding burung kacer

Post On: November 17, 2015
By: Dhio
In: kacer

Teknik breeding burung kacer tidaklah terlalu sulit jika sudah mengetahui caranya. Kacer termasuk burung mudah untuk diternakkan walaupun kacer juga termasuk salah satu burung yang sensitif. Kuncinya yaitu ketelatenan dan kesabaran. Lewat dua cara itu niscara, kesuksesan dapat diraih. Bagi pemelihara burung kacer, kacer merupakan salah satu burung favorit. Pamor kacer di arena lomba sangat tinggi dan karena itu kedudukan kacer, bersama sama murai batu dan anis merah merupakan burung inti di arena lomba. Karena masuk dalam kelas inti di arena lomba, maka burung ini lantas banyak di minati pehobi, hingga permintaan kacer oleh pemelihara burung semakin meningkat. Sementara di alam bebas, keberadaan kacer, baik yang berdada putih atau kacer hitam kini jumlahnya semakin sedikit. Karena kerusakan habitatnya atau pun karena terus diburu.

breeding burung kacer

Oleh karena itu satu satunya cara untuk memenuhi kebutuhan pemelihara burung, tanpa mengganggu kelestarian lingkungan adalah dengan breeding. Untuk membuat breeding tersebut berhasil maka teknik breeding burung kacer haruslah diketahui.

Teknik breeding burung kacer melalui proses penjodohan

Proses penjodohan yang perlu dilakukan adalh dengan sistem tempel, dimana indukan jantan dan betina di dalam kandang didekatkan. Setelah satu minggu dan terlihat ada tanda tanda sudah jodoh maka mereka dimasukkan ke kandang besar sampai pasangan tersebut terlihat sedang membuat sarang. Tak lama kemudian kira kira 12-15 hari, betinanya sudah bertelur dan mengerum. Soal pakan yang diberikan cukup kroto segar ditambah dengan jangkrik. Jangkrik tidak perlu banyak, yang penting kroto selalu tersedia. Sedangkan Voer selalu memakai Voer BnR kuning ditambah pakan ayam.

Kandang. Bangunan kandang yang mereka buat cukup sederhana. Atap nya mereka buat dari seng dan bagian samping dibuat dari yang dikelilingi kawat. Di bagian depan kandang terdapat satu pintu kecil guna pemberian pakan. Biaya pembuatan kandang hanya butuh Rp. 150.000. Menurut peternak burung kacer, saat umur 2 bulan, anakan kacer sudah bisa bunyi dan siap untuk dijual dengan harga Rp. 500.000.

Teknik breeding burung kacer

Langkah pertama dalam teknik breeding burung kacer yaitu penjodohannya, merupakan tahap penjodohan sang jantan untuk menaikkan birahinya dan betina harus benar benar birahi. Berikan kroto dan jangkrik dengan takaran yang cukup banyak. Lebih bagus cari betina yang berkarakter suara ngerol tajam, ini bertujuan untuk memancing birahi sang jantan cepat naik. Setelah dirasa indukan betina siap, masukkan terlebih dahulu betinanya ke dalam kandang kawinnya. Kemudian sang jantan masuk kandang kemudian, postur badan sang jantan usahakan yang besar.

Proses perkawinan burung kacer terbilang singkat, 2 minggu dari masuk kandang bersama, langsung produksi. Proses pengeraman telur terjadi hampir 25 hari, Setelah 20 hari telur menetas pemberian pakan selain kroto dan jangkrik ditambah ulat bambu dan ulat jerman. Dengan kedua ekstra fooding tersebut memiliki kandungan protein yang tinggi, untuk masa pelolohan sang anakan nantinya. Telur berjumlah 2-4 butir, setelah piyik menetas, sekitar umur 2 minggu, piyik diangkat untuk diloloh dengan tangan. Biaya produksi breeding kacer sama dengan biaya produksi terna burung murai batu. Masalahnya harga jual anakan kacer jauh dibawah harga murai batu.

Demikianlah informasi mengenai teknik breeding burung kacer, Artikel terbaru bisa dilihat di Home. Untuk informasi berikutnya silahkan lihat di peluang usaha beternak lovebird.