Seleksi Anakan Murai Batu

Post On: April 15, 2015
By: Dhio
In: Murai

Bagi anda yang ingin memelihara anak murai batu maka anda harus tahu cara seleksi anakan murai batu yang unggul.

Seleksi anakan murai batu unggul

Seleksi anakan murai batu unggul dimulai dari memilih anakan jantan unggul.

paruh : paruh murai batu anakan jantan yang bagus adalah pada bagian pangkal paruh melebar, ini menandakan bahwa paruh tersebut besar dan kuat. volume suara yang kuat didukung dari paruh yang tebal dan kuat pula. bentuk paruh yang dipilih agak panjang dan lurus dengan bagian ujung simetris (tidak terlalu bengkok). power suara yang kuat akan dikeluarkan oleh burung yang memiliki paruh yang panjang dan tebal. lubang hidung sebisa mungkin mendekati pangkal paruh dan bulu kumisnya serta rapat.

kepala : bentuk lonjong, agak pipih dan ukuran kepala yang besar menjadi pilihan utama. tipe bentuk badan yang bagus menandakan burung tersebut memiliki mental bertarung yang bagus. bentuk kepala yang lonjong dan pipih umumnya juga lebih cepat berkicau dibandingkan dengan murai batu yang mempunyai bentuk kepala bulat.

mata : burung murai batu yang fit salah satunya ditandai dengan mata melotot, hitam berkilau dan memancarkan cahaya.

leher : leher murai batu yang baik ditandai denan leher yang panjang. burung murai batu yang mempunyai  leher panjang umumnya memiliki power suara yang sangat kuat dan bervariasi.

tubuh : postur tubuh murai batu sebaiknya dipilih yang berpostur besar dan panjang. postur tubuh yang besar dan panjang menjadi prioritas.

ekor : identifikasi jenis murai batu juga dapat dilihat dari warna dan panjang ekornya.

anakan murai batu

Seleksi anakan murai batu selanjutnya yaitu pengambilan dan penanganan burung murai batu anakan.
anakan murai batu yang diambil dari indukannya berumur 7-10 hari memerlukan teknis yang sangat berhati-hati. pada saat pengambilan anakan dari sarang, kondisikan burung murai induk tidak merasa terganggu sehingga mengakibatkan stress. pada usia tersebut, anakan murai batu sudah mulai buka mata. syarat utama saat pengambilan anakan dari sarang induk adalah sudah buka mata dan dalam keadaan fit. alasannya adalah:

* menjamin kelangsungan hidup anakan.
dengan mengambil anakan usia 7-10 hari untuk dirawat secara manual maka keadaan anak murai batu yang semula tidak dapat diharapkan untuk hidupnya, dengan merawat secara manual bisa lebih diharapkan hidup.

* induk lebih cepat berproduksi lagi.
setelah pengambilan anak murai batu, maka secara alami burung induk tersebut akan segera melakukan proses reproduksi lagi. proses ini akan terjadi dengan sendirinya dan lebih cepat. dilihat dari segi waktu lebih efektif dan jumlah produksi anakan lebih banyak dan lebih menguntungkan.

Cara merawat anakan:
* pakan : pemberian pakan buatan yang terdiri dari mineral, kalsium dan zat gizi kemudian diberi sedikit air hangat, diberikan 3 kali sehari. pemberian pakan hidup yang berupa jangkrik, belalang, dan orong-orong sebaiknya dibatasi pada saat murai batu berusia 3 minggu. jika sudah sampai 3 minggu maka cukup memberi 2 ekor jangkrik 3 kali sehari. adapun tata cara dalam memberikan jangkrik secara aman adalah dengan menghilangkan kaki-kakinya terlebih dahulu agar tidak mengganggu dan merusak salurang pencernaan terutama pada bagian tenggorokan sehingga akan merusak pita suara. waktu pemberiannya pun juga sebaiknya jangkrik sudah dimatikan terlebih dahulu. pakan hidup yang berupa ulat diberikan setelah anakan berusia lebih dari 1 tahun dan sudah bisa makan sendiri.

* memberikan madu : madu memiliki khasiat meningkatkan pertumbuhan fisik dan kebugaran pada anakan burung murai batu. anakan murai batu yang diberikan madu akan lebih bertenaga. pemberian madu kepada anakan murai batu diberikan dengan cara meneteskan dengan pipa langsung ke dalam mulutnya sebanyak 1-2 tetes. cara lain pemberian madu yaitu dengan mengoleskan pada pakan hidup yang berupa jangkrik sebelum dilolohkan ke dalam mulut anakan murai. madu sebaiknya diberikan secara rutin sebanyak 3 kali seminggu.

* penjemuran : untuk membantu pembentukan vitamin D pada anakan murai batu, maka dibutuhkan penjemuran di pagi hari. penjemuran dilakukan pada pukul 07.00-09.00 selama 15-20 menit.

Yang tidak kalah dengan seleksi anakan murai batu yaitu merawat anak murai untuk tetap memiliki keunggulannya. merawat anak murai sangatlah penting, apalagi anak murai genap usia pengeraman selama 15 hari, telur-telur murai batu akan menetas. sudah tentu penangkar harus menyiapkian segala sesuatunya untuk proses penetasan telur murai batu. persiapan yang perlu dilakukan adalah menambah formulasi ransum yang serba lunak misalnya kroto dan ulat.

a. menyiapkan inkubator : inkubator adalah bahan yang dilengkapi dengan pemanas yang tingkat suhunya dapat diatur sedemikian rupa. biasanya inkubator ini terbuat dari papan kayu yang dindingnya dilengkapi denan angin-angin untuk sirkulasi udara. pemanas inkubator umumnya menggunakan bohlam pijar 5 watt. bohlam ini jumlahnya minimal 2 buah dan diatur dengan menggunakan otomatis yang dilengkapi dengan saklar dengan sistem kerja jika sudah melebihi batas maksimal, maka bohlam tersebut akan otomatis mati sendiri dan menyisakan 1 bohlam saja sebagai penjaga kestabilan suhu dan penerangan.

b. mekanisme merawat anakan
*sesaat setelah menetas : pada saat setelah telur tersebut menetas, kondisi fisiknya masih sangat lemah dan rawan terjadi kematian. naluri indukan saat telurnya batu menetas yaitu selalu mengerami anakannya yang masih membutuhkan kehangatan dari tubuh induknya. naluri induk untuk melindungi anaknya pun sering kali membahayakan anaknya sendiri jika induknya merasa mendapat ancaman dari luar. pada tahap ini sebaiknya ketenangan area kandang selalu dijaga agar burung tidak merasa tercekam dengan keadaan sekitar sehingga tidak membahayakan anakan yang dieraminay.
pada tahap ini indukan umumnya mengerami anaknya selama seharian penuh. sedangkan pejantan bertugas memberi makan, pakan yang diberikan berupa pakan hidup yang berupa kroto, ulat dan jangkrik.
*usia 3-4 hari : pada usia ini, anakan murai batu mulai tumbuh bulu yang menyerupai jarum namun lembut. warnanya kuning pucat yang nantinya kaan hilang setelah usia kurang lebih satu minggu dan akan berganti dengan bulu yang sebenarnya.
*usia 7-9 hari : pada tahap ini, tubuh anakan mulai tumbuh bulu-bulu yang nantinya akan menutupi tubuhnya. anakan sudah mengeluarkan suaracicitan saat meminta makan dari induknya. selain itu, anakan murai batu sudah mulai membuka matanya, namun belum maksimal.

Seleksi anakan murai batu
*usia 15-18 hari: sudah bisa berkicau kecil, pada usia ini sudah mulai mengepak-ngepakkan sayapnya dan belajar terbang serta belajar mematuk benda-benda yang ada di sekitarnya atau pakan yang disediakan
*usia 20 hari : pada usia ini anakan mulai aktif mencari makanan dan berusaha menelannya. sebaiknya pakan jangan diganti, pemberian pakan dengan formula yang sama diberikan selama anakan murai batu benar-benar mampu mencerna pakan itu dengan baik sampai usia 40 hari lebih
*usia 35 hari : sudah mencerna pakan yang dikonsumsinya dengan baik dan sudah bisa terbang dengan baik. pada umur inilah satnya anakan dipisah dari induknya untuk dipelihara sendiri dalam kandang sendiri.

setelah bisa dipisahkan maka langkah berikutnya dalam seleksi anakan murai batu yaitu kita harus memilih suara master yang baik untuk dilatih pada anak murai batu yang masih kecil. irama lagu yang dimiliki burung murai batu memegang peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung murai batu. memilih suara master untuk burung murai batu janganlah hanya terfokus dalam memilih suara-suara master yang unik dan bagus, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

Seleksi anakan murai batu unggul bisa dilatih dengan:
* kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung andalan kita. ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.

* mengikuti trend lagu yang ada. misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu lain.

Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya di lapangan, salah satunya yaitu burung yang akan dimaster harus melihat burung masternya, agar burung yang dimaster dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka burung master tersebut. mitos lainnya adalah proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.

Kunci keberhasilan dalam memaster burung murai batu adalah memaster burung dengan suara-suara master yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan dimaster. satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala agar irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi rusak.

Memilih atau seleksi anakan murai batu tentu berbeda dengan jenis-jenis burung peliharaan lainnya yang bisa dilihat di Home. Untuk melihat informasi lainnya silahkan lihat di Fakta tentang burung hantu.