Sangkar Anis Merah Ideal

Post On: October 24, 2015
By: Dhio
In: anis

Sangkar anis merah yang ideal memang harus diketahui para pemilik agar burung anis merah peliharaan mereka merasa nyaman dalam sangkarnya. Anis merah bisa dipelihara dengan sangkar bulat maupun kotak ukuran 40 X 40 X 60 cm atau bisa juga bulat dengan diameter 30 cm. Sementara tenggerang atau pangkringan bisa dibuat dengan diameter 1.5 cm, dengan bahan cabang kayu asam yang keras. Permukaan kulit agak kasar, sehingga bisa untuk mengasah paruh agar tidak runcing. Untuk perawatan harian dalam sangkar ideal burung anis merah, kandangnya tidak perlu dikerodong. Jika ingin dikerodong, cukup hanya pada malam hari agar burung anis merah itu tidak kedinginan, namun hal yang tak kalah pentingnya adalah menu yang variatif, sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya.

Sangkar Anis Merah

anis merah dalam sangkar

Sangkar anis merah dengan pakan yang baik

Sangkar Anis Merah yang ideal juga harus dipenuhi dengan pakan yang bagus. Pakan yang bagus, selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya seperti vitamin A, D3, E, B1, B2, B3, B6, B12, C dan K3. Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial seperti D-L Methionine, Folic Acid dan Ca-D. Disamping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral dibutuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sitem pembuluh darah jantung dan lain-lain.

Sangkar anis merah yang ideal harus terbebas dari virus. Mengapa vitamin begitu penting, karena seekor anis merah yang telah mendapatkan pasokan vitamin yang cukup, bisa menghadang virus yang menerjang tubuh sang anis merah dan juga perlu dilihat kebersihan sangkarnya. Penyakit yang disebabkan virus Circovirus (beak and feather Disease) dan virus polyoma adalah penyakit paling umum. Virus ini dapat menyebabkan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan parasit dan infeksi bakteri. Pada ususnya juga dapat menyebabkan bulu burung sulit tumbuh.

Persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak. Misalnya burung yang kurang gizi bisa menyebabkan tumbuhnya bulu tidak berkualitas (mudah patah, mudah kusam, keriting dan sebagainya). Tapi harus diketahui juga, bahwa penggunaan bahan kimiawi yang berlebihan bisa menyebabkan bulu tumbuh tidak sempurna atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya adalah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebenzadole. Bahan kimia ini akan menyebabkan bulu burung melintir, jika diberikan semasa burung mabung.

Untuk burung yang disuapi atau dilolohkan dengan tangan manusia juga dapat menimbulkan resiko, karena akbiat tangan manusia itu bisa menyebabkan bulu baru tidak bisa berkembang sempurna dan sebagainya. Lantas bagaimana agar burung dapat memiliki bulu baru sebaik mungkin, pertama-tama adalah menyingkirkan segala cacing atau potensial menjadi tempat tumbuhnya cacing di dalam sangkar anis merah peliharaan kamu. Selain cacing kamu harus menyingkirkan juga tempat yang potensial menjadi tumbuh kembangnya kutu, mikroba pengganggu dan parasit lainnya. Yang kedua, pastikan tidak satu pun dari burung yang dipelihara membawa virus bibit penyakit, misalnya Polyzoma.

Ketiga, berikan gizi yang cukup selama burung meranggas/mabung dengan pakan yang bagus. Hanya saja perlu diingat bahwa pakan yang bagus bukan berarti pakan yang banyak, sebab terlalu banyak pakan yang hanya mengandung karbohidrat misalnya, hanya akan membuat burung kekurangan gizi meski secara fisik terlihat gemuk. Jika hal hal tersebut telah kamu lakukan tetapi masih mengalami masalah dengan kualitas bulu, hal tersebut perlu kamu bicarakan dengan dokter hewan.

Demikianlah informasi mengenai sangkar anis merah, untuk melihat informasi mengenai jenis jenis burung peliharaan lainnya silahkan lihat di Home. Untuk informasi berikutnya silahkan lihat di penyakit burung anis merah.