Perawatan kesehatan burung lovebird

Post On: November 30, 2015
By: Dhio

Perawatan kesehatan burung lovebird merupakan hal krusial untuk diketahui sebelum memelihara lovebird. Banyak penyakit yang bisa menjangkiti lovebird. Beberapa di antaranya tergolong ringan. Ada juga yang bersifat menular serta mematikan. Beberapa penyakit yang bisa menyerang lovebird antara lain PBFD (Psittacine Beak and Feather Disease), virus polyoma, infeksi bakteri, PDD (Proventrieular Dilatation Disorder), dan virus avian influenza (flu burung lovebird yang sedang dipelihara sebaiknya selalu diperhatikan. Hal ini berguna untuk sedini mungkin mencegah penyebaran penyakit-penyakit ini).

Perawatan kesehatan burung lovebird

Tips perawatan kesehatan burung lovebird.

Perawatan kesehatan burung lovebird yang pertama yaitu cegah bulu rontok. Ada yang mengatakan bahwa kalau ingin bulu lovebird mengkilap dan tak mudah rontok? cukup dengan memberikan biji sawi, maka bulu tidak akan mudah rontok. Tips ini sudah dilakukan oleh beberapa pemelihara burung lovebird. Berdasarkan pengalaman mereka mencetak lovebird juara selama puluhan tahun, bahwa menu makanan mutlak menjadi perhatian utama. Menu pakan berupa biji sawi yang bentuknya bulat kecil dan berwarna hitam legam sangat bermanfaat untuk perkembangan lovebird. Biji sawi dapat menguatkan bulu. Disamping itu, bulu terlihat mengkilap seperti berminyak dan tidak gampang rontok. Selain itu, dapat membuat kenari stabil dan tidak kegemukan. Dari unsur ternak dengan diberi biji sawi akan meningkatkan kualitas telurnya. Cara pemberian biji sawi tidak diberikan langsung. Tetapi harus dicampur dengan beberapa jenis makanan lain lovebird. Presentase penyampuran yang ideal terdiri dari 1.5 kilogram biji sawi dicampur dengan 1 kilogram canary seed dan 0.5 kilogram juwawut. Dan pemberiannya ke burung juga harus memperhatikan musim. Campuran biji sawi tadi akan sangat bagus bila dikonsumsi pada musim kemarau. Menunya dapat diberikan setiap hari. Sedangkan bila musim hujan, pengaruh makanan itu kurang bagus. Pemberiannya cukup sekali saja dalam seminggu. Kalau diberikan terus menerus saat musim hujan, pengaruhnya kurang bagus. Biasanya, lovebird akan mengalami berak cair alias mencret. Makanya, kita harus pandai-pandai melihat keadaan.

Menangani luka. Secara alami, lovebird agresif. Urusan pasangan dan wilayah merupakan dua hal terpenting bagi burung ini. Maka tidak jarang jika dijumpai lovebird saling berkelahi atau mematuk. Cara yang paling praktis, pisahkan yang berkelahi ke kandang yang berbeda. Dengan paruh tajam, ia melukai lawan tarungnya. Luka bisa menimbulkan infeksi dan akhirnya mematikan. Luka yang menganga akan menarik banyak bakteri dan virus. Jika didapati lovebird terluka, segera pisahkan ke kandang sendiri. Beri obat merah dan obat kompres luka, misalnya Rivanol. Jika punya waktu, konsultasikan masalah luka ini dengan dokter hewan.

Keracunan. Burung lovebird adalah pemakan segala. Ia tertarik mencoba makan apa saja di sekitarnya. Tidak semua buah-buahan sehat untuk lovebird. Biji apel, kopi dan beberapa makanan lain telah terbukti beracun bagi lovebird. Selain itu, benda benda asing ikut termakan lovebird juga bisa menimbulkan masalah. Biasanya berupa plastik kecil, batu, potongan karet gelang, hingga potongan-potongan kayu. Maka, usahakan agar kandang selalu bersih dari benda-benda tersebut.

Perawatan kesehatan burung lovebird seperti

Terkena Stress. Ada fenomena unik pada lovebird. Ketika stress ia akan mencabuti bulunya hingga terluka dan berdarah. Luka-luka ini bisa berubah menjadi infeksi yang akhirnya mematikan. Fenomena ini sering terjadi pada lovebird yang dipelihara tanpa ada pasangan maupun kehadiran lovebird lain. Satu-satunya cara untuk mencegah hal ini adalah dengan menambah teman atau pasangan untuk lovebird tersebut.

Mabung atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Masa ini terjadi saat lovebird berumur 4-5 tahun. Pada masa mabung, secara alami lovebird akan meregenerasi bulu dan sistem metabolisme di tubuhnya. Perawatan burung pada masa mabung sangat penting. Apabila perawatannya salah akan membuat burung menjadi tumbuh tidak normal. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi. Pada masa mabung ini metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik, dengan porsi yang lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan lovebird mabung dengan lovebird lainnya karena membuat proses mabung terganggu. Pertemuan dengan lovebird lain dapat menimbulkan kondisi psikis lovebird mabung menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan psikis ini akan memicu ketidakseimbangan hormon pada tubuh burung.

Infeksi saluran pernafasan. Gejala awal dari penyakit ini badan dari Lovebird lama kelamaan makin mengurus, setelah itu akan gejala megap-megap pada burung seperti sesak nafas. Cara pengobatan bisa dengan diberi antibiotik yang banyak tersedia di pasaran, biasanya diteteskan di tempat minum sesuai takaran yang dianjurkan.

Sakit mata. Gejala awal dari penyakit ini biasanya, mata lovebird mulai sedikit memerah, setelah itu mulai timbul air mata yang terus menerus dari mata lovebird. Cara mengatasinya dapat memberikan obat tetes mata yang banyak tersedia dipasaran dan hindarkan lovebird dari tempat yang berdebu kalau bisa lovebird yang terkena gejala ini dikarantina atau dikerodong.

Perawatan kesehatan burung lovebird lengkap

Perawatan kesehatan burung lovebird yang terakhir yaitu ketombean atau Ptiriasis. Gejala awal biasanya terlihat dari pergerakan burung yang tidak tenang dan burung mulai jarang berkicau. Cara mengatasinya dapat dengan sering-sering memandikan burung dengan cara di semprot dengan sampo burung yang selama ini banyak tersedia di pasaran, setelah penyemprotan sebaiknya burung dijemur.

Demikianlah informasi mengenai perawatan kesehatan burung lovebird. Untuk informasi mengenai jenis jenis burung peliharaan lainnya silahkan lihat di Home. Untuk informasi berikutnya silahkan lihat diĀ cara merawat lovebird untuk lomba.