Penyakit Murai Batu Yang Sering

Post On: April 9, 2015
By: Dhio
In: Murai

Penyakit murai batu mungkin tidak bisa dielakkan dalam memelihara binatang peliharaan. penyakit Murai Batu dapat timbul dari lingkungan yang tidak bersih dan iklim.salah satu syarat agar burung murai batu mau berkicau yaitu dalam keadaan sehat, yang dengan kesehatan yang dimilikinya maka tubuhnya akan sangat terdukung untuk melakukan aktifitas berkicau.

Tanda-tanda Penyakit Murai Batu yaitu
* lihat pada matanya yang apabila keluar cairan sekretum sejenis cairan yang tidak biasa dan tidak normal yang menandakan burung murai batu terserang penyakit. perhatikan juga apabila ia sering memejamkan matanya dalam waktu yang lama serta tampak sayu maka itu tanda lain bahwa murai tersebut sedang sakit.
* bila burung murai anda terlihat lesu, nafsu makan juga turun dan disusul berat badan yang semakain menyusut.
* burung terlihat ketakutan ketika didekati, lebih banyak diam di dalam sangkar, tidak mau makan seperti biasanya dan kemungkinan penyakit disebabkan oleh stress.
* sering bergemetar ketika berdiri dan jalan tampak sempoyongan.
* kesulitan bernafas, suaranya terdengar seperti serak terputus-putus, suka membuka paruhnya lalu menjulurkan lehernya ke luar sangkar, kemungkinan diserang jamur.
* bulu burung murai mulai rusak, tampak gelisah di dalam sangkar, dan keseringan mematuki bulunya sendiri, kemungkinan diserang kutu dan tungau.
* murai batu terlihat murung dan kotorannya tampak encer sekali (perhatikan makanannya dan usahakan bersih dari bakteri).
* ada benjolan disekitar tubuh

Penyakit Murai Batu

Tanda-tanda penyakit murai batu tidaklah sama dengan tanda-tanda penyakit jenis-jenis burung peliharaan lainnya yang bisa dilihat di Home.

Ada saatnya burung yang kita pelihara mengalami kondisi yang kurang baik, untuk itu sebagai pecinta burung kita juga diharuskan mengetahui gejala-gejala yang terjadi serta penanganan terhadap gejala tersebut dengan cara yang tepat. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa pada burung peliharaan. Burung yang sehat juga tergantung dari bagaimana si pemilik merawatnya, karena apabila tidak diperhatikan dengan baik maka burung yang dipelihara akan rawan terhadap penyakit, bahkan lebih daripada itu jika pemilik tidak mengerti mengenai penanganan untuk burung peliharaannya yang sakit, bisa jadi burung yang dipelihara akan mengalami kematian.

Beberapa Penyakit Murai Batu yang sering terjadi

1.serak : suara yang tidak jernih, tersendat-sendat, seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya.ada beberapa cara menanganinya seperti dengan meneteskan air perasan daun lateng putih ke mata burung murai, posisi burung diusahakan menungging ketika meneteskan perasan daun lateng putih itu, agar lendir penyebab serak di tenggorokan murai batu dapat keluar.cara lain dengan memberi rebusan air sirih ke dalam minumnya. selain menghilangkan serak air sirih ini juga dapat dijadikan antibiotik burung murai.
langkah-langkahnya adalah :
* memeriksa lubang hidung burung yang serak, apakah hidung tersebut tertutup kotoran atau sisa makanan yang dimakan.
* jika tidak tersumbat, maka cari 5-7 daun lateng putih, bersihkan, keringkan dan kemudian dilumat lumat agar lembek (jangan sampai hancur)
* setelah dilumat, tetesi 5 tetes air bersih kemudian dilumatkan lagi. maka jika diperas akan keluar air berwarna hijau, yakni air perasan daun perah. kemudian diteteskan ke mata burung 3-4 tetes.
* setelah ditetesi air perah tersebut, burung biasanya langsung megap-megap seperti sekarat. sembari terus dipeang, usahakan paruh burung berada di bawah dan ekor di bagian atas sehingga cairan kental yang mengalir dari mulut burung bisa lancar keluar. biarkan kondisi ini sampai sekitar 10 menit. jika dalam 10 menit tersebut burung sudah membuka mata sambil berkoar-koar, maka perlu ditetesi lagi 2 tetes air perahan lagi.
* setelah itu berlangsung selama 10 menit lagi, semprot dan bersihkan mata burung.

2. kutu : jika tidak segera ditangani dengan baik, kutu-kutu ini dapat menyebabkan kerontokan bahkan kebotakan pada bulu burung murai itu sendiri. cara menghilangkan kutu adalah dengan menggunakan air bekas cucian beras untuk memandikan burung murai, lakukan cara ini secara rutin dan air bekas cucian beras ini bermanfaat menghilangkan kutu dan mengkilapkan bulu burung murai

3. snot : penyakit yang diakibatkan karena pemberian pakan serangga yang terlalu banyak pada sang burung, sehingga mata burung murai akan mengalami pembengkakan, juga disertai dengan mata berair. jika tetap dibiarkan, gejala ini dapat mengakibatkan kebutaan pada burung. cara untuk menanganinya yaitu dengan mengelola pakan serangga yang baik seperti dengan memberi 5-15 serangga (jangkrik dan ulat) per hari.

4. bulu ekor yang lama tidak tumbuh : sudah jelas bahwa salah satu keunikan yang paling gampang dilihat dari seekor burung murai batu adalah ekornya yang panjang. tetapi kadang burung murai batu mengalami keterhambatan pertumbuhan ekor, ini biasa terjadi sehabis masa-masa berganti bulu. untuk mengatasinya yaitu dengan membersihkan pori-pori ekor burung dengan air hangat, untuk menghilangkan kotoran-kotoran di ekor burung. kemudian menggunakan bawang putih untuk membersihkannya. pemberian pakan belalang kepada sang burung juga berguna dalam pertumbuhan bullu karena mengandung vitamin E.

Untuk mengetahui informasi berikutnya tentang murai batu lihat di pakan murai batu.