Penjodohan Murai Batu

Post On: April 14, 2015
By: Dhio
In: Murai

Jika anda ingin beternak murai batu maka anda harus tahu cara penjodohan murai batu.

Cara penjodohan murai batu

Penjodohan murai batu dimulai dengan pemilihan waktu penjodohan umur : waktu ideal adalah 2 tahun bagi burung murai batu jantan dan 1 tahun untuk burung murai batu betina. Tingkat birahi : yaitu harus menyamakan tingkat birahi antar burung murai batu jantan dan betina

tips untuk menyamakan tingkat birahi murai batu yaitu dengan :
*memberi makan 2 atau 3 kali lipat makanan setiap harinya (utamakan jangkrik) untuk burung murai batu jantan dan betina, lakukan hal ini selama seminggu
*kemudian dekatkan kandang soliter betina ke kandang soliter jantan dan amati apakah ada reaksi dari keduanya. usahakan posisi tenggeran kandang betina dan tangkringan kandang bisa sejajar saat didekatkan.
*apabila si jantan spontan berbunyi sambil menundukkan kepala, itu pertanda si ajantan mulai merayu betina dan kemungkinan besar birahinya mulai terdongkrak
*perhatikan reaksi betina. kalau si betina terlihat mengepak-ngepakkan sayapnya atau bersahutan ketika si jantan berkicau
*jika salah satu (baik jantan maupun betina) tidak bereaksi alias dingin-dingin saja, maka birahinya belum meningkat, solusinya berikan tambahan jangkrik sesuai dengan tahap sebelumnya agar birahinya kembali naik
* minggu kedua dan seterusnya, coba amati apakah calon pasangan ini sudah sering saling mendekat saat bertengger di tangkringan. amati juga saat malam hari, jika posisi tidurnya sudah saling berdekatan, kemungkinan besar kedua calon pasangan ini sudah saling mengenal. dan anda sudah bisa mencoba untuk memasukkan pasangan ini ke dalam kandang penangkaran.

Teknik penjodohan murai batu tentulah tidak sama dengan jenis-jenis batu peliharaan lainnya yang bisa dilihat di Home.

tahap selanjutnya dari penjodohan murai batu yaitu perkawinan
setelah proses penjodohan, maka proses selanjutnya adalah perkawinan. pada habitat aslinya proses perkawinan terjadi pada awal musim penghujan. mereka membangun sarang dengan memungut berbagai bahan sarang dari ranting, belukar, maupun dedaunan yang telah mengering.

Proses kawin dan bertelur
pada awal musim penghujan, burung murai batu secara alami akan berkembang biak pada habitatnya. hal ini juga terjadi pada pertengahan tahun.
1. masa kawin : burung murai batu yang ditangkarkan oleh manusia tidak mengenal waktu dalam bereproduksi. lain halnya pada burung murai batu yang hidup secara alami yang reproduksinya terjadi secara musiman. perkawinan dimulai dengan diiringi kedua indukan saling bahu-membahu dalam membangun sarangnya. proses perkawinan ini terjadi relatif singkat yaitu antara seminggu setelah dipasangkan.
2. masa bertelur : proses bertelur murai batu terjadi setelah proses perkawinan. telur akan dikeluarkan oleh induk betina murai batu pada sarang yang telah mereka bangun. telur ini dikeluarkan setiap hari dan umumnya berjumlah 3 butir. telur murai batu menyerupai telur burung puyuh yaitu berwarna biru dengan motif batik pada cangkangnya.

Penjodohan Murai Batu

Penjodohan Murai Batu di http://peliharaburung.com/

tahap terakhir yang tidak kalah penting dalam penjodohan murai batu adalah proses penetasan telur
proses pengeraman telur burung murai batu dilakukan setelah burung murai batu mengeluarkan telur-telurnya semua. proses ini berlangsung selama 14-15 hari setelah proses keluarnya telur yang pertama. telur akan berisis embrio jika pada saat proses reproduksinya terjadi dengan sempurna dan kedua induk benar-benar subur sel kelaminnya.

1.proses pengeraman : pada proses pengeraman ini membutuhkan ekstra kondisi yang tenang. jika pada proses pengeraman ini murai batu ini mengalami gangguan sehingga membuat murai batu yang sedang mengeram terkejut, maka burung ini akan merasa ketakutan sehingga membuang telur-telurnya yang dierami. pada tahap ini perlu sekali untuk menjaga lingkungan sekitar sangkar agar tidak terjadi suara-suara yang membuat gaduh. burung murai batu umumnya mengerami telurnya 14-15 hari setelah keluarnya telur pertama. burung murai batu yang mengerami telurnya umumnya betina, sedangkan pejantan mempunyai tugas memberikan pakan yang disediakan kepada wanita.

2.proses penetasan : setelah pengeraman telur selama 14-15 hari, maka telur-telur yang dierami burng murai batu tersebut akan menetas. pada saat pemantauan apakah telur tersebut menetas atau belum sebaiknya sangkar dilengkapi dengan CCTV. toleransi lama pengeraman burung murai batu untuk mengerami telur-telurnya sampai menetas adalah pada usia pengeraman 14-16 hari. jika sudah melebihi batas waktu tersebut, maka kemungkinan besar yang terjadi adalah telur tersebut tidak dapat dibuahi atau embrio tidak dapat menetas. penyebab kegagalan dalam penetasan telur yaitu seperti proses pembuahan yang tidak sempurna, pengeraman yang kurang bagus, kondisi lingkungan yang kurang bagus dan gangguan dari binatang lain.

Untuk melihat informasi berikutnya silahkan lihat di seleksi anakan murai batu.