Mengenal Perawatan Murai Batu

Post On: April 7, 2015
By: Dhio
In: Murai

Mengenal Perawatan murai batu harus dilakukan terlebih dahulu oleh pemula atau hobiis yang ingin memelihara burung ini. sebelum mengenal perawatan murai batu, ada baiknya kita melihat indonesia terlebih dahulu. Indonesia merupakan wilayah negara kepulauan yang terdiri dari berbagai pulau yang memiliki aneka kekayaan alam. dan salah satunya yaitu jenis fauna dari bangsa aves, yang didalamnya termasuk burung murai batu. burung murai batu adalah burung endemik dari pulau sumatera, kalimantan, jawa dan sebagian di kemboja dan malaysia.

Ciri khas dari burung murai batu secara morfologis antara lain mempunyai ekor yang panjang (sebagian berekor pendek). kepala, leher, dada bagian atas dan paruhnya berwarna hitam berkilau. badan bagian bawah berwarna cokelat kemerahan. mempunyai paruh bertipe pemakan serangga, dan mempunyai sifat fighter dan atraktif. murai batu digolongkan ke dalam anggota keluaga dari turdidae. keluarga dari turdidae dikenal memiliki kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi dan sangat bervariasi.

klasifikasi murai batu:
filum                   : chordata
kelas                   : aves
ordo                    : passeriformes
famili                  : muscipidae
spesies               : c. malabaricus
nama zoologi     : copsychus malabaricus

murai batu dikenal sebagai jenis burung yang sangat cerdas, hampir semua kicau burung dari jenis lain dapat ditirukannya. ukuran tubuhnya rata-rat sedang, kepala bulat, kaki agak panjang, paruh runcing dan ramping, dan sayapnya lebar. secara umum kelompok burung ini suka memakan serangga atau invertebrata lainnya dan buah-buahan. dalam mencari makanan, burung ini suka mencari makan dipermukaan tanah dengan terbang rendah. karena kehidupannya banyak dihabiskan di permukaan tanah, kelompok burung ini menjadi suka membuat sarang di semak atau pepohonan yang tidak terlalu tinggi.

Mengenal Perawatan Murai Batu bisa diketahui melalui ciri fisik murai batu yaitu ukuran tubuhnya sedang, kira-kira 27 cm dan berat sekitar 32 gram. paruh berwarna hitam tipis dan ukuran kepalanya rata-rata bulat. panjang ekor 15 -35 cm (tergantung spesiesnya). terdiri dari 4 helai ekor primer berwarna hitam dan 8 helai ekor sekunder berwarna putih. total ekor ada 12 helai. individu jantan berwarna hitam pekat berkilau dengan warna dada pada umumnya berwarna oranye dan merah marun sedangkan betina berwarna lebih pucat daripada jantan. ukuran tubuh individu betina sedikir lebih kecil dari individu jantan.

identifikasi jenis kelamin murai batu
burung murai batu secara kasat mata terdapat perbedaan fisik yang sangat jelas antara jenis kelamin jantan dan betina. apalaig jika burung murai batu tersebut sudah menginjak usia dewasa, akan terlihat perbedaan yang menonjol. secara umum, murai batu dengan jenis kelamin jantan memiliki ciri bulu yang hitam mengkilat( seperti berhologram) dan warna coklat atau kekuningan pada bulu dada terlihat sangat kontras dengan warna di sebelahnya. selain warna bulu yang menjadi faktor pembeda jenis kelamin antara murai batu jantan dan betina, faktor lainnya adalah panjang ekor yang dimiliki murai batu. murai batu jantan memiliki ekor lebih panjang daripada betina. selanjutnya, variasi siara yang dikeluarkan oleh burung jantan lebih variatif dan volumenya lebih keras daripada murai batu betina yang lebih cenderung monoton dan volumenya pelan.

Murai batu bakalan jantan:
bertubuh besar, memiliki warna bulu hitam pekat pada kepala dan punggung serta terlihat berhologram, warna bulu dada cokelat atau kuning tajam, memiliki ekor panjang, biasanya lebih dari 17cm (tergantung jenis masing-masing murai batu), variasi kicauan yang dimiliki lebih beragam dan volume suara lebih kecil.

murai batu bakalan betina:
ukuran tubuh kecil, memiliki warna bulu yang pudar atau keabu-abuan, warna bulu dada lebih pucat, ekor lebih pendek dari ekor jantan antara 10-15cm atau lebih pendek lagi(tergantung jenis masing-masing murai batu), variasi kicauan yang monoton dan volume suara yang lebih kecil.
Sekianlah Mengenal Murai Batu yang bisa penulis sampaikan.

mengenal perawatan murai

Mengenal Perawatan Murai batu

perawatan murai batu yang dilakukan secara harian untuk burung murai batu :
* jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot)
* bersihkan kandang harian, ganti atau tambahkan pelet dan air minum
* berikan jangkrik 4 ekor, jangan pernah memberikan jangkrik secaara langsung kepada burung.
* penjemuran dapat dilakukan selama 1 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
* setelah dijemur, angin-anginkan kembali selama 15 menit.
* siang hari sampai sore (jam10.00-15.00) burung dapat dilatih dengan suara burung-burung master.
* jam 15.30 burung diangin-anginkan lagi selama 30 menit.
* berikan kembali jangkrik yang sudah diolesi madu sebanyak 2 ekor

penanganan apabila burung murai batu over birahi
* ciri-cirinya : agresif, bulu mengkorok, dan mematuk ornamen sangkar
* kurangi porsi jangkrik menjadi 3 pagi dan 1 sore
* berikan 1 cacing setiap hari
* frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi – siang -sore
* lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit sehari

penanganan apabila burung murai batu kondisinya drop
* tingkatkan porsi pemberian jangkrik menjadi 5 pagi dan 4 sore
* tingkatkan pemberian kroto (telur semut) menjadi 3 kali seminggu
* mandi dibuat 2 hari sekali saja
* burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung murai batu lain.
* lamanya penjemuran ditambah menjadi 2 jam/hari
* berikan vitamin dan mineral

perawatan murai batu untuk lomba
* H-3 sebelum lomba, jangkrik dinaikkan porsinya menjadi 5 ekor pada pagi hari dan 5 ekor pada sore hari
* H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
* 1 jam sebelum perlombaan, burung dimandikan dan diberikan jangkrik 3-5 ekor dan ulat hongkong 6-10 ekor
* apabila burung akan turun lomba kembali, berikan jangkrik 2 ekor lagi
* sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi

perawatan murai batu pasca lomba
* porsi pakan dikembalikan ke porsi harian
* berikan vitamin, mineral dan protein pada air minum pada H+1 setelah lomba
* sampai H+3 setelah lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja

Perawatan murai batu ketika rontok bulu
Rontok bulu adalah siklus alamiah pada keluarga burung, pada masa mabung atau rontok bulu, metabolisme burung murai batu meningkat hampir 40% dari kondisi normal. oleh krena itu, perlu asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal dan hindari mempertemukan burung murai batu dengan burung yang sejenis.
* tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia
* mandi cukup 1 kali seminggu dan jemur maksimal 30 menit sehari
* pemberian pakan yang lebih banyak seperti, jangkrik 5 ekor pagi dan 4 ekor sore, kroto (telur semut) 1 sendok makan setiap pagi, dan ulat hongkong 3 ekor setiap pagi.
* berikan vitamin dan mineral yang berkualitas yang dicampur air minum 2 kali seminggu.

Demikian informasi mengenai perawatan murai batu, untuk informasi berikutnya silahkan lihat di penyakit murai batu dan home.