Memilih Bakalan Murai Batu

Post On: April 13, 2015
By: Dhio
In: Murai

Memilih Bakalan Murai Batu yang akan dipelihara, baik sebagai burung kicauan atau burung yang akan ditangkarkan memerlukan pengetuan yang cukup agar burung yang dipelihara memiliki kualitas yang bagus. memilih bakalan murai batu yang didapatkan dari pasar yang merupakan hasil tangakapan dari hutan sebaiknya kita mengetahui spesifikasi murai batu bakalan yang sehat dan berkualitas terlebih dahulu. informasi ini didapatkan dari para ahli murai batu atau berbagai media yang meliput informasi tersebut.

Upaya memilih bakalan murai batu sebaiknya didapatkan dari penangkaran. persentase keberhasilan hidup burung bakalan dan kualitas burung lebih terjamin apalagi dengan mengetahui asal usul induk yang ditangkarkan. berikut ini beberapa tips dalam memilih bakalan murai batu yang dapat dilihat dari bagian tubuh murai batu:

1. mata murai batu: mata murai batu harus bebas dari penyakit atau kelainan pada mata murai batu, hal ini bisa dilihat dengan mengamati gerakan murai batu saat didekati. jika pergerakan murai batu hanya searah saja atau memutar maka sebaiknya kita curiga dan memilih bakalan burung lainnya. burung yang menunjukkan pergerakan tersebut umumnya mengalami masalah pada matanya. jika pada selaput mata terdapat warna putih kemungkinan besar ada kelainan atau penyakit pada mata murai batu walaupun masih bisa melihat. resiko terbesar yang terjadi adalah murai batu tersebut mengalamai katarak dan kebutaan permanen. kondisi seperti ini jika berlangsung lama, resiko yang akan terjadi adalah kematian. murai batu yang sehat menunjukkan kondisi mata yang cerah dan berkilau, berwarna hitam cerah, dan pergerakan kelopak mata yang cepat atau tidak ngantuk.

2. kaki murai batu: murai batu yang memiliki warna kaki hitam atau kehitaman mempunyai mental bertarung yang bagus. ini terbukti murai batu yang menjadi mental bertarung yang bagus. selain warna kaki, kaki yang normal jadi penopang harga seekor murai batu bakalan atau bahan. sebelum membeli murai batu bakalan lebih baik diperiksa terlebih dahulu kelengkapan anggota badan kaki termasuk jari dan kuku. posisi berdiri simetris, tidak berat atau tinggi sebelah, dan tidak terdapat cacat atau luka. posisi kaki saat bertengger mencengkeram dengan kuat menandakan burung tersebut sehat dan saat berkicau mengeluarkan suara dengan kuat juga.

memilih bakalan murai batu
3. ekor: harus memiliki ekor rapat dan tidak terlalu tebal yang umumnya memiliki gaya bertarung dan mental yang bagus. bulu ekor yang normal (tidak tebal dan rapat) menjadikan burung merasa nyaman waktu memainkan bulu ekornya saat berkicau. bulu ekor murai batu juga menunjukkan identitas dirinya secara spesifik, terutama dalam hal panjang dan warna ekor. dalam memilih bakalan atau bahan murai batu dihindari jika menemui burung tanpa ekor, jangan hanya percaya pada penjual.

4. bulu dada: warna bulu dada pada burung murai batu diyakini memiliki makna tersendiri dalam mengukur kemampuan dan performa burung tersebut. warna bulu dada murai batu yang kekuningan umumnya memiliki mental yang bagus, cepat bunyi dan cepat jadi dibandingkan dengan murai batu yang memiliki bulu dada kuning kecoklatan. dengan banyaknya murai batu bakalan di pasaran maka harus lebih selektif dalam memilih bakalan murai batu karena kebanyakan murai batu yang tersedia di pasaran berbulu dada coklat.

5. usia: jangan memilih murai batu yang terlalu berumur, tips nya yaitu cari yang sisik kaki belum terlalu kering atau berkerak. kemudian dapat juga dengan memperhatikan warna paruh bagian dalam. semakin hitam warna paruh bagian dalam murai batu maka usianya semakin tua. murai batu bakalan yang masih muda memiliki paruh bagian dalam yang berwarna hitam keputihan atau kekuningan. murai batu bakalan yang masih muda mempunyai tanda bulu yang masih berbintik cokelat pada bagian sayap sebelah luar maupun sayap sebelah dalam.

6.tingkah laku: ciri-ciri murai batu yang sehat adalah pergerakan yang agresif, rakus terhadap makanan, mau berjemur dan mandi, bulu rapat, mata terbuka penuh dan terlihat hitam bercahaya, bertengger pada tenggeran dengan kuat, ketika dipegang saat melakukan tahap seleksi mematuk tangan (ini menandakan burung tersebut memiliki mental bertarung yang sangat bagus).

7.bentuk paruh: bentuk paruh identik dengan kemampuan berkicau yang dimiliki burung murai batu tersebut. artinya, jika menemui burung murai batu yang mempunyai bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang itu  merupakan tipe burung yang memiliki power yang bagus dalam berkicau. paruh bagian bawah harus lurus, jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

8. bentuk kepala: burung murai batu yang memiliki mental baik dalam bertarung ditunjukkan dengan kondisi fisik pada kepala yaitu dengan kepala berbentuk kotak atau pipih, mata bulat dan melotot.

9. postur: pilihlah yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi, jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek. postur tubuh yang menarik akan memikat daya tarik konsumen terhadap burung murai batu itu untuk dipelihara atau dijadikan sebagai andalan dalam suatu kontes.

10. leher panjang padat berisi: bentuk leher akan berpengaruh pada kualitas usara. bentuk leher murai batu yang baik yaitu berbentuk panjang, padat dan berisi. bentuk leher yang panjang dan berisi menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal. postur yang diperlihatkan murai batu yang memiliki leher panjang lebih menarik dari pada yang kecil dan pendek.

Hal-hal diatas yang perlu diperhatikan dalam memilih bakalan murai batu

Bakalan Murai Batu

Cara Memilih bakalan murai batu

tidaklah sama seperti memilih bakalan jenis-jenis burung peliharaan lainnya yang bisa dilihat di Home.

Setelah memilih bakalan murai batu maka langkah berikutnya yaitu menyiapkan induk. Menyiapkan induk adalah hal yang sangat penting sebelum proses-proses selanjutnya.
Memilih calon indukan : mengawali penangkaran burung murai batu dapat dilakukan dengan memilih calon induk yang akan ditangkarkan. ada beberapa kriteria khusus yang dijadikan pedoman oleh beberapa pecinta burung murai batu dalam memilih calon indukan burung murai batu agar dalam penangkarannya dapat menuai hasil yang maksimal dan bernilai ekonomis tinggi. berikut ini kriterianya:
1. murai batu sumatera sebagai prioritas
2. telah dipelihara lama : burung murai batu yang telah dipelihara lama oleh beberapa penggemar mempunyai kemampuan beradaptasi yang tinggi jika akan dipindahkan ke suatu tempat yang berbeda. berbeda dengan burung hasil tangakapan hutan yang baru dipelihara. dalam penangkaran kemampuan dalam beradaptasi sangat diperlukan. jika burung semakin jinak maka semakain mudah proses penjodohannya.
3. sehat dan lincah : burung murai batu yang sehat dan lincah dapat memberikan jaminan kelancaran dalam reproduksinya. jarang ditemukan burung yang sakit bisa bereproduksi dengan baik.
4. tidak ada cacat fisik : menangkarkan burung murai batu umumnya ditangakrkan dengan menggunakan sistem berpasangan dan menggunakan kandang berbentuk volier dengan ukuran yang cukup besar. bentuk kandang penangkaran ini menuntut kita untuk memelihara atau memaksimalkan seluruh bagian dan fungsi badan burung murai, karena dalam proses reproduksi seluruh bagian tubuh burung tersebut digunakan.
5. masih produktif : umur muda yang sangat dianjurkan, umur burung biasanya ditandai dari keadaan kaki yang masih basah atau sudah sangat kering. burung yang sudah berkaki kering dan berkerak menunjukkan umur yang sudah tua.

Tahap berikutnya dalam Menyiapkan Induk :
1. umur : umur yang optimal untuk ditangkarkan adalah  2 tahun untuk murai batu jantan dan 1 tahun untuk murai batu betina.
2. menyediakan beberapa betina : mengingat proses penjodohan yang sangat lama dan sulit, penangkar sebaiknya menyiapkan beberapa calon induk betina yang akan ditangkarkan. sehingga burung murai jantan akan lebih leluasa dalam memilih pasangannya.
3. murai batu sehat
4. jinak
5. hindari penjodohan pada saat burung murai batu mengalami masa ganti bulu karena pada masa ganti bulu ini burung murai batu harus beristirahat dan diberi pakan yang cukup dan berprotein tinggi.

Untuk mendapatkan informasi berikutnya silahkan lihat di penjodohan murai batu.