Membuat filter air sederhana sendiri

Post On: December 3, 2015
By: Dhio

Membuat filter air sederhana sendiri tidaklah terlalu sulit. Filter biologis sederhana ini hanya terbuat dari wadah plastik, pipa PVC dan kerikil/koral. Jadi mudah dibuat dan murah, namun efektif menyaring segala macam kotoran yang sering mencemari air akuarium. Berbagai jenis filter akuarium dijual di kios ikan hias. harganya pun bervariasi dari beberapa ribu hingga ratusan ribu rupiah. Umumnya harga filter yang murah juga memberikan kualitas dan efektivitas rendah. Sehingga meskipun akuarium telah dilengkapi dengan filter ini, air tetap kotor dan perlu dikuras secara rutin supaya ikan tetap sehat.

Padahal masalah tersebut mudah diatasi dengan membuat filter air sederhana sendiri tanpa mengeluarkan biaya yang mahal. Filter yang menggunakan media kerikil (untuk akuarium air tawar) atau koral (untuk akuarium laut) ini hanya memerlukan air pump (aerator) untuk membuat tugasnya berfungsi.

Membuat filter air

Dalam membuat filter air sederhana sendiri hanya memerlukan sebuah filter yang bahan-bahannya terdiri dari sebuah air pump (aerator) dua lubang, wadah plastik yang tingginya sama dengan tinggi akuarium, kerikil atau koral, serta pipa PVC untuk kabel listrik dan sambungan “L”. Kecuali aerator, semua bahan dicuci lalu dikeringkan.

Membuat filter air sederhana sendiri.

  1. Pipa PVC dipotong sepanjang tinggi akuarium di tambah 1-2 Cm. Potong sebuah pipa PVC lagi namun dengan ukuran yang lebih pendek.
  2. Pipa panjang disambung dengan pipa pendek memakai 2 buah sambungan “L” sehingga menjadi semacam huruf “J” terbalik.
  3. Pada jarak 2 cm dari ujung pipa panjang dibuat lubang sebesar diameter selang aerator.
  4. Buat satu lagi sambungan pipa semacam itu.
  5. Letakkan wadah plastik di belakang akuarium, lalu kedudukan kedua pipa diatur. Agar lebih mudah, pipa diberi karet penempel kaca untuk memperkokoh posisinya.
  6. Wadah filter diisi dengan kerikil atau koral, lalu aerator diaktifkan.

Membuat filter air sederhana sendiri selanjutnya dibawah ini.

Air dari akuarium akan mengalir ke dalam filter. Setelah wadah filter terisi, air akan mengalir kembali ke akuarium. Kecepatan aliran bisa ditingkatkan dengan menggabungkan dua lubang aerator menjadi satu. Hembusan udara yang lebih kuat akan mempercepat dan memperbanyak jumlah air yang saling berpindah, sehingga efektivitas filter pun meningkat. Konsekuensinya, jenis aerator yang dipakai harus mempunyai 4 lubang.

Membuat filter air sederhana sendiri

Proses penyaringan akan lebih baik lagi jika media yang dipakai tidak hanya berupa kerikil atau koral saja. Apabila dibuat berlapis dengan zeolit dan arang aktif, filter sederhana ini bakal berfungsi pula menyerap racun yang membahayakan ikan. Setelah 1-2 minggu, media filter akan berubah warna menjadi cokelat. Sepintas memang terlihat kotor, namun jangan terburu-buru dibersihkan, sebab warna cokelat itu sebenarnya kumpulan bakteri pengurai. Berkat kehadiran bakteri ini, filter tidak hanya mampu menyaring kotoran tetapi juga menyaring kotoran ikan atau sisa pakan, tetapi juga menguraikan limbah organik agar tidak membahayakan ikan.

Dalam membuat filter air sederhana sendiri juga harus mempertimbangkan ukuran akuarium. Jika populasi terlalu banyak sehingga tugas penyaringan air terganggu. Media filter boleh dibersihkan. Jadwal pembersihan filter tidak bisa dipastikan, karena sangat tergantung dari kapasitas akuarium, jenis dan jumlah ikan yang dipelihara.

Demikianlah informasi mengenai Membuat filter air sederhana sendiri. Untuk informasi mengenai jenis-jenis binatang peliharaan lainnya silahkan lihat di Home. Untuk informasi berikutnya silahkan lihat diĀ mengenal ikan onde onde.