Kuda Arab jago pacuan

Post On: December 4, 2015
By: Dhio

Kuda arab bersifat cerdas, berani dan anggun penampilannya. Selain itu kuda arab memiliki kecepatan dan daya tahan untuk menempuh jarak jauh. Ia merupakan salah satu kuda tertua di dunia. Dulunya digunakan dalam perang, kemudian sebagai kuda pacuan dan ketangkasan. Kuda arab memang dikenali dari nenek moyangnya hingga 5000 tahun lalu. Sejarahnya bisa di lihat pada ukiran-ukiran purba dalam piramid mesir purba, yang menggunakannya untuk menarik kereta perang. Selama ribuan tahun, kuda itu terseleksi secara alamiah, sehingga yang paling sehat dan cepatlah yang dapat bertahan hidup.

Kuda Arab di padang pasir

Kuda arab memiliki kepala kecil dengan bagian hidung agak melengkung ke dalam, matanya bersinar dan jeli. Ekornya terurai panjang, ditambah penampilannya yang anggun dengan tinggi sekitar 150 cm. Tak disangkal lagi kuda arab juga merupakan kuda tercantik diantara jenis kuda lainnya. Disamping itu, kuda ini memiliki kaki dan kuku kuat sehingga mampu berlari cepat. Kuda cantik ini juga terkenal tinggi daya tahannya, karena mampu bertahan dengan makan dan minum yang sangat minim. Bahkan suku badui di timur tengah yang berdiam di gurun menggunakannya pada pacuan dalam jarak temuh ratusan kilometer dalam 4-5 hari.

Penampilan kuda arab murni

Kuda arab murni memiliki bentuk tubuh cantik dan menarik penampilannya. Kuda arab ini juga memiliki nilai sejarah, terutama bagi yang menghargai tradisi dan kebudayaan yang berkembang ribuan tahun lalu. Kuda arab murni larinya cepat, walau tidak secepat kuda inggris murni. Kuda ini dapat meloncat dan bersaing dalam ketangkasan. Tapi tentu saja tak sebaik kuda Eropa yang berdarah panas, yang dibiakkan khusus untuk tujuan ketangkasan. Dahulu, orang-orang arab enggan untuk menjual kuda-kuda betinanya kepada orang lain. Prinsip ini dipertahankan oleh mereka sampai berabad-abad lainnya. Kuda bagi orang – orang arab merupakan sesuatu yang sangat berharga.

Kuda Arab pacuan

Kuda arab mempunyai kecepatan, stamina dan keuletan lebih besar, sehingga cocok untuk kuda perang. Kuda-kuda arab dijadikan pemacek termahsur di Rusia, Polandia, Hongaria, Jerman, Spanyol, Inggris dan Perancis. Bahkan sampai sekarang keistimewaan kuda arab masih tetap diperlukan untuk perbaikan keturunan. Ternyata kuda arab yang sangat populer dalam dunia ketangkasan berkuda ini, dikembangkan oleh pertama kali oleh suku badui. Kehidupan suku badui memang sangat erat dengan kuda. Kelangsungan hidupnya sangat bergantung pada kuda. Kuda bagi mereka sudah dianggap sebagai anggota keluarga, hingga mereka tak segan tidur setenda dengan kuda mereka. Keturunan kuda yang dihasilkan sama pentingnya dengan keturunan sendiri. Maka tidak heran kalau mereka pun hafal atas keturunan kuda – kuda yang diternaknya. Seorang badui tak akan mengawinkan kuda betinanya dengan kuda yang keturunannya tak diketahui. Karena mereka mementingkan kemurnian darah dari kuda yang bersangkutan. Ia rela pergi sejauh ratusan kilometer dengan medan sulit untuk mengawinkan kudanya dengan kuda jantan terbaik. Karena sistem menjodohkan kuda yang seperti itu sehingga masih terdapat kuda – kuda arab yang unggul.

Kuda Arab

Kuda Arab di Indonesia. Dengan menikahkan kuda arab dengan kuda lokal bisa memperbaiki kualitas kuda poni lokal. Kuda arab memang jago untuk dilatih menjadi pendamping dalam bermain polo dan ketangkasannya. Saat ini, di Indonesia pemilik kuda arab murni hanya dalam jumlah kecil. Mereka mendatangkan kuda-kuda arab dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Australia. Biasanya para pemilik kuda ini telah mendaftarkan kuda-kudanya pada suatu wadah yang disebut INDAH (Indonesia Arabian Horse).

Untuk melihat artikel artikel terbaru silahkan lihat di Home. Untuk informasi selanjutnya silahkan lihat di melatih beo pintar ngoceh.