Kiat Merawat Burung Anis Merah

Post On: October 28, 2015
By: Dhio
In: anis

Kiat merawat burung anis merah memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Mungkin dari anda ada yang memiliki burung, terutama jenis anis merah yang suaranya hanya ngeriwik, tidak gacor, bunyi cuma pagi hari, hanya gacor kalau di rumah tetapi tidak gacor di lapangan perlombaan, atau sebaliknya cuma gacor di lapangan tetapi tidak gacor di rumah. Mengapa bisa begitu?. Jawabannya ada di beberapa kiat merawat burung anis merah. Hanya yang jelas, biasanya burung jenis apapun yang gacor dalam segala cuaca adalah burung yang tidak sakit secara fisik ataupun mental.

merawat burung anis merah

Kiat merawat burung anis merah

Dibawah ini adalah faktor yang mempengaruhi burung anis merah hanya gacor di waktu dan tempat tertentu.

Burung hanya ngeriwik. Burung yang hanya ngeriwik biasanya adalah burung yang usianya sudah tua, atau bisa juga yang masih muda tetapi hasil tangkapan langsung dari hutan. Karena walau usianya masih muda, burung hasil tangkapan dari hutan biasanya cukup memerlukan waktu lama untuk bisa gacor. Karena harus beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Sebab itulah, burung hasil tangkapan dari hutan (terutama yang sudah agak besar), biasanya takut akan keramaian termasuk manusia sehingga memerlukan waktu cukup lama agar jinak. Karena itulah, sebelum benar-benar jinak dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, burung hasil tangkapan dari hutan biasanya hanya bunyi ngeriwik. Bila kamu memelihara burung tangkapan dari hutan, terkadang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk membuat dia tidak takut lagi dengan manusia. Biasanya, setelah masa mabung barulah dia bisa beradaptasi. Karena itulah, selama memasuki masa rontok bulu harus dibiasakan ditempatkan di tempat yang relatif ramai dan dekat dengan lalu lalang orang agar biasa melihat manusia. Kiat merawat burung anis merah hasil tangkapan memang sedikit sulit. Pemilik burung hasil tangkapan dari hutan jangan terlalu berharap bahwa si burung bisa gacor dalam waktu singkat.

Perlu berbulan-bulan sampai benar-benar tidak takut dengan lingkungan manusia. Dengan demikian, burung yang ngeriwik terus sebenarnya adalah termasuk burung yang tidak sehat secara mental, atau mentalnya masih tertekan oleh lingkungan yang sama sekali asing baginya. Kemudian faktor lainnya adalah si burung sedang memasuki masa mabung. Burung mabung biasanya hanya ngeriwik, atau hanya diam sama sekali. Ketika mabung, burung jarang yang gacor karena harus menahan rasa sakit akibat bulu-bulunya rontok. Begitu pula burung yang baru beres dari masa mabung, Biasanya cuma ngeriwik. Dia tidak mau gacor sebagaimana ketika belum mabung. Istilah penggemar, bulu-bulunya masih basah sehingga memerlukan waktu antara 1-2 bulan untuk kembali gacor setelah kondisi fisiknya benar-benar fit. Untuk mempercepat kesehatannya agar pulih kembali, pastikan saja pemberian nutrisi yang cukup. Burung yang kalah setelah diadu, biasanya juga hanya ngeriwik. Burung seperti ini biasanya memerlukan perawatan cukup panjang agar sifatnya kembali normal. Bahkan untuk memulihkan staminanya, terkadang harus menunggu hingga memasuki mabung. Namun, langkah terbaiknya si burung dikarantina, kalau perlu didekatkan dengan betina agar mentalnya cepat pulih. Tidak lupa diberi nutrisi yang cukup.

Hanya gacor pada waktu tertentu. Kendala lain yang kerap dialami para penggemar burung ocehan adalah si burung yang hanya gacor pada waktu tertentu. Misalnya pagi hari, sementara sisa waktu selanjutnya hanya ngeriwik, atau gacor hanya pada malam hari, dan sebagainya. Hal itu biasanya berlaku pada burung-burung yang sebenarnya sudah tidak takut lingkungan tetapi belum fit secara fisik, dan bisa juga karena tidak atau tingkat birahinya belum full. Cara mengatasinya bisa didekatkan dengan betina, serta memberikan ekstra fooding yang cukup. Namun, khusus untuk jenis anis merah, cara seperti ini kurang baik karena bisa over-birahi. Burung yang usianya masih muda juga memiliki kebiasaan hanya gacor pada waktu tertentu. Dengan demikian, ini hanya masalah waktu yang menuntut kamu untuk bersabar agar bisa benar-benar gacor.

Hanya gacor di tempat tertentu. Berikutnya kebiasaan burung ada yang hanya gacor di rumah, tetapi tidak di arena lomba. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi tidak fit, atau bisa juga karena tidak terbiasa diadu dalam keramaian. Karena itulah, perlu dilihat dan dikondisikan fisiknya sehingga benar-benar fit. Selain itu, kiat merawat burung anis merah harus dilakukan secara rutin agar si burung terbiasa di adu dalam suasana ramai. Kemudian ada pula burung yang hanya gacor di arena lomba, tetapi tidak gacor di rumah. Burung seperti ini biasanya disebabkan oleh kondisi kurang birahi. Dalam kondisi seperti itu, burung hanya birahi ketika dirangsang oleh datangnya musuh. Sementara kalau di rumah, dimana tidak ada musuh, dia tak akan bersemangat untuk bersuara. Untuk menyiasatinya, tingkatkan birahinya. Namun, ternyata ada pula burung yang memang sudah memiliki karakter seperti itu. Yakni hanya gacor pada saat menemukan lawannya. Kalau sudah berbicara mengenai karakter, maka tidak ada obat apapun yang manjur.

kiat merawat burung anis merah

Demikianlah informasi mengenai kiat merawat burung anis merah, untuk melihat jenis-jenis binatang peliharaan lainnya silahkan lihat di Home. Untuk informasi berikutnya silahkan lihat diĀ menjaga kesehatan burung kacer.